Selasa, 13 November 2012

NhagaZema

Kelasku NhagaZema, aNHAG primA ZElalu bersaMA itulah arti dari sebuah Nhagazema. Singkat namun memiliki beribu-ribu makna di hati. Kelasku memang tak selalu kompak, tak nampak indah dari luar, bukan kelas dengan segudang prestasi menghiasi, juga bukan kelas yang memiliki kebersamaan tinggi. Kelasku penuh dengan berbagai macam problem, ribut,berantem itu adalah hal yang biasa terjadi, namun jangan pernah anda katakan bahwa kelasku adalah kelas terburuk, seperti yang saya katakan bahwa kelasku tak selalu kompak namun dengan berbagai pertikaian itu kami bisa menjadi dekat, kami bisa mengetahui di mana letak kesalahan-kesalahan itu. Kelasku tak nampak indah dari luar tapi ketahuilah walaupun kami selalu bertengkar namun jauh di lubuk hati kami saling menyayangi maka itu akan membuat di dalamnya penuh dengan taman bunga yang dihiasi beribu-ribu bintang dan bulan sehingga indahlah dalamnya. Bukan kelas dengan segudang prestasi menghiasi tapi kami selalu bangga dengan usaha yang kami lakukan, kami selalu menghiasi hari-hari istimewa kami dengan banyak acara yang akan terekam di hati dan selalu di ingat di dalam pikiran. Kami juga bukan kelas yang memiliki kebersamaan tinggi karena kebersamaan tak akan terasa berarti bila tidak ada pertengkaran, kami tak perlu kebersamaan yang tinggi namun hanya menjadi sebuah topeng karena kami apa adanya biarlah kebersamaan itu tumbuh secara perlahan bukan dengan instan, biarlah ia berkembang menuju kebersamaan yang di rasakan bukan di definisikan. Hidup ini saling melengkapi ada siang ada malam, ada putih ada hitam jadi jika tidak ada kelas yang menginginkan pertengkaran biarlah kami yang menjadi pertengkaran itu, karena pertengkaran ini akan menjadi hal yang indah seiring berjalannya waktu.

Tanggal 11-11-2012 kemarin adalah ulangtahun kami, aku tak ingin doa yang muluk-muluk. Aku hanya ingin Allah memberikan apa yang terbaik untuk kelas ini. Inilah persembahanku untuk NhagaZema bukan materi melainkan hanya sebuah tulisan yang tak sebanding bila di sandingkan dengan hal-hal yang telah kita lalui selama 1 Tahun ini, tapi tak ada salahnya jika aku mencoba dan berusaha untuk membuatnya, seperti kita yang selalu berusaha yang terbaik walau bukan Kelas yang terbaik. Apalah fungsi sebuah fredikat "A+" bila kita tak memaknainya.

Senin, 12 November 2012

Tanda-Tanda Sebuah Bangsa Sedang Menuju Jurang Kehancuran

 Negara kita “Indonesia dikenal memiliki karakter kuat sebelum zaman kemerdekaan, tatkala mencapai kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan. Sekarang, karakter masyarakat Indonesia tidak sekuat pada masa lalu, sangat rapuh. Pemimpin saat ini juga tidak menjaga pembangunan karakter dan budaya bangsa” Demikian antara lain pernyataan Prof. Dr. Yahya Muhaimin dalam Sarasehan Nasional Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Thomas Lickona (1991) - seorang profesor pendidikan Karakter dari Cortland University -mengungkapkan bahwa “ada sepuluh tanda-tanda jaman yang harus diwaspadai karena jika tanda-tanda ini sudah ada, maka itu berarti bahwa sebuah bangsa sedang menuju jurang kehancuran”. Tanda-tanda yang dimaksud adalah :
1 meningkatnya kekerasan di kalangan remaja
2 penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk
3 pengaruh peer-group yang kuat dalam tindak kekerasan
4 meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas.
5 semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk,
6 menurunnya etos kerja,
7 semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru
8 rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara
9 membudayanya ketidakjujuran, dan
10 adanya rasa saling curiga dan kebencian

Go To Asal Artikel

Pentingnya Memperingati Hari Pahlawan

Ada pepatah yang berbunyi “Jas Merah Jangan Sekali Sekali Melupakan Sejarah!”. Sebuah pepatah dari Sang Orator Soekarno yang menegaskan begitu pentingnya sejarah. Apakah peringatan Hari Pahlawan masih ada artinya, ketika serbuan pengaruh asing yang setiap waktu terasa sangat sulit untuk dibendung. Bahkan krisis moral bukan hanya melanda kaum dewasa saja, namun sudah menjalar ke anak-anaak juga. Lalu, masihkah penting arti Peringatan Hari Pahlawan?

coba tanyakan kepada anak-anak kecil di sekitar kita. Siapa nama-nama pahlawan yang mereka ketahui? Atau jika Anda berani, tanyakan sendiri pada diri Anda! Berapa jumlah nama pahlawan yang Anda ketahui? Kiranya, masih banyak lagi pertanyakan yang perlu dipertanyakan tentang pentingnya peringatan Hari Pahlawan ini. SANGAT PERLU!!! Karena justru dalam keadaan sangat terpuruk seperti sekarang inilah kiranya kita harus benar-benar menghayati arti penting Hari Pahlawan. Jangan sampai anak-anak kita akhirnya tidak mengetahui siapa pahlawan mereka sebenarnya. Pahlawan, mereka yang telah berjuang untuk kebebasan, untuk perdamaian dan untuk melepaskan diri dari penjajahan. Mereka pula yang telah membakar api semangat untuk terus maju, menjadi negara yang berdaulat yang diakui secara de facto dan de jure.

Lalu apa yang bisa kita lakukan?
Ini adalah tugas utama bangsa kita, termasuk dari kalangan pendidikan dan sejarawan. Angkatan muda harus dididik untuk menghayati benar-benar semangat pengabdian kepada rakyat dan pengorbanan diri demi kepentingan nusa dan bangsa. Kalangan sejarawan (dan pendidikan) perlu sekali meninjau kembali buku-buku sejarah dalam sekolah-sekolah, sehingga generasi muda kita mengenal sejarah bangsa secara benar.

Bangsa yang besar menghargai para pahlawannya. Bangsa Indonesia pernah dipandang besar oleh bangsa lain di dunia, terutama oleh rakyat-rakyat di Asia, Afrika dan Amerika Latin, berkat perjuangannya melawan kolonialisme dan imperialisme ( mohon dicatat antara lain : revolusi 45, Konferensi Bandung, Konferensi Pengarang Asia-Afrika, Konferensi Wartawan Asia-Afrika, Ganefo, Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing).

Banyak cara dalam memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang jasa para pejuang pada masa silam, tidak hanya melakukan Upacara Seremonial saja. Tapi, dengan mengembangkan diri dalam bidang kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar. Atau kita bisa melakukan Gerakan Peduli Pahlawan Nasional di Social Network misalnya; Seribu status facebook tentang Pahlawan Nasional. Simpel tapi nyata ...

Memperingati Hari Pahlawan dengan semangat juang tinggi, solidaritas dan cinta tanah air sangatlah penting. Jangan sampai kita membuat para pahlawan kita menyesal dan menangis dalam kubur mereka karena kita semua telah menyia-nyiakan kemerdekaan yang telah beliau perjuangkan untuk kita dan demi bangsa kita. Bukanlah bangsa dan negara yang macam sekarang ini yang mereka cita-citakan ketika mereka bersedia mengorbankan diri dalam medan pertempuran. Kondisi bangsa kita yang saat ini, seolah akan hancur karena ulah para rakyatnya sendiri.

Dengan tekad bersama untuk menjunjung tinggi-tinggi semangat revolusioner dalam mengabdi kepada kepentingan rakyat, marilah kita sambut peringatan Hari Pahlawan !